Pantai Srau terletak 25 km dari kota Pacitan, tepatnya di Desa Candi,
Kecamatan Pringkuku. Pantai Srau memiliki 3 lokasi pantai. Di bagian
timur untuk melihat matahari terbit, di bagian barat untuk melihat
matahari terbenam, dan yang bagian tengah memiliki pemandangan luas ke
laut lepas, ditambah batu-batu besar yg berdiri gagah di tengah laut.
Perjalanan menuju pantai ini agak sulit untuk dijangkau, karena jarang dilewati oleh angkutan umum. Disepanjang perjalanan akan melewati pinggirang hutan yang hijau dan rindang, jauh dari pemukiman penduduk. Pantai Srau merupakan pantai yang jarang dikunjungi dan terbilang masih perawan. Oleh karena itu, keasriannya masih benar-benar alami.
Terdapat tebing-tebing yang tinggi dan banyak tanaman liar khas pantai yang masih terlihat lebat dan alami. Selain itu, banyak sekali pulau-pulau kecil yang tak berpenghuni yang setiap kali dihujam oleh kerasnya ombak, akan menambah keelokan panorama pantai tersebut.
berikut foto pantai srau :
Perjalanan menuju pantai ini agak sulit untuk dijangkau, karena jarang dilewati oleh angkutan umum. Disepanjang perjalanan akan melewati pinggirang hutan yang hijau dan rindang, jauh dari pemukiman penduduk. Pantai Srau merupakan pantai yang jarang dikunjungi dan terbilang masih perawan. Oleh karena itu, keasriannya masih benar-benar alami.
Terdapat tebing-tebing yang tinggi dan banyak tanaman liar khas pantai yang masih terlihat lebat dan alami. Selain itu, banyak sekali pulau-pulau kecil yang tak berpenghuni yang setiap kali dihujam oleh kerasnya ombak, akan menambah keelokan panorama pantai tersebut.
berikut foto pantai srau :

Sebagian orang berpendapat asal nama
Kabupaten Pacitan berasal dari kata Pacitan yang berarti camilan,
sedap-sedapan, tambul, yaitu makanan kecil yang tidak sampai
mengenyangkan. Hal ini disebabkan daerah Pacitan merupakan daerah minus,
sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya tidak sampai
mengenyangkan; tidak cukup (pada masa pemerintahan Sultan Agung
(1613-1645) nama tersebut telah muncul dalam babat Momana).